Kasih Ibu Tak Terhingga Sepanjang Masa
Assalamualaikum sobat... Alhamdulillah Hari ini tepat pada hari yang penuh cinta,
yaitu hari Ibu yang biasa di rayakan di indonesa pada tanggal 22 Desember. Saya
ingin mengajak sobat untuk sedikit merenung dan mengenang sosok ibu. Betapa
luarbiasanya seorang ibu yang telah mengandung kita selama 9 bulan dalam
perutnya. Dari mulai kita masih dalam kandungan, kita sudah merepotkannya siang
dan malam. Belum lagi jika sudah masuk dalam kondisi hamil tua dimana saat itu
adalah masa-masanya ibu tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bagaimana tidak, masa
hamil tua adalah masa kandungan yang sudah membesar dan siap untuk melahirkan
kita ke dunia.
Melahirkan bukanlah perkara yang mudah, dan
hanya ibu kitalah yang bisa melakukannya. Tak jarang seorang ibu harus
mengorbankan nyawanya demi kelahiran seorang anak. Setelah kita lahir kedunia,
alangkah bahagianya Ibu melihat lahirnya kita dalam keadaan sehat dan selamat.
Pada saat itu juga seorang ibu harus memberi kita ASI dan menjaga kita siang
malam, karena bayi yang baru lahir sangat membutuhkan ASI yang sehat. Sampai
pada usia kita menginjak 2 tahun, barulah ibu bisa berhenti menyusui kita. Namun
bukan berarti perjuangan ibu berhenti sampai di situ, justru pada saat itu saat
kita dalam kondisi lucu-lucunya ibu harus telaten melihat tumbuh kembang kita
dari belajar berjalan sampai kita bisa berbicara meniru orang tua kita. Maka
ibu adalah guru pertama bagi kita. Ketika kita mengencinginya sewaktu bayi, ibu
tersenyum tertawa dan mencium kita sembari mengganti popok. Ketika kita sakit,
ibu kitalah yang setia merawat kita, mengobati kita yang terus merengek.
Namun ketika kita sudah dewasa, seringkali kita
menyakiti hatinya. Merasa ibu sudah tidak lagi menyayangi kita ketika kita diomeli,
karena kita berbuat salah. Seharusnya kita sadar bahwa dibalik marahnya ibu
kepada kita, secara tidak langsung ibu telah melatih kita untuk menjadi anak
yang lebih dewasa. Hal itu membuktikan bahwa betapa cerdasnya seorang ibu dalam
membimbing dan mendidik kita. Dan Ibu menjadi guru terbaik yang pernah ada
dalam hidup kita.
Masihkah kita menganggap ibu tak menyayangi
kita ?. Masihkah kita tak bisa memakluminya yang sudah tua jika ia sedang marah
?. Sangatlah berdosa bila kita sempat melawan dan memarahinya dengan kata-kata
kasar yang terlontar dari mulut kita, sangat tidak pantas bila kita menganggap
ibu telah merepotkan kita dikala ia sakit. Maka apakah kita tidak ingat bahwa
selama ini ibulah yang telah merawat kita dari kecil ? apakah kita ingat bahwa
orang yang selalu menyayangi dan mendo’akan kita adalah ibu kita sendiri ? tak
malukah kita yang pernah mengencinginya sewaktu kita kecil ?. Sejatinya tak ada
manusia yang tidak memiliki dosa terhadap ibunya sendiri. Semua orang pasti
pernah melukai hatinya meskipun terkadang ibu memilih menahan kesedihannya
karena ia takut anaknya berdosa pada ibunya sendiri.
Jika kita menyayangi dan berbakti kepadanya,
maka kelak kita akan mendapatkan balasan syurga dari Allah SWT. Namun jika kita
durhaka pada ibu kita, neraka menjadi balasan paling pantas untuk kita yang
durhaka kepadanya. Sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW “Syurga di telapak
kaki IBU”. Maka jangan sampai air mata ibumu menetes dari matanya karena
kesedihan. Buatlah ia menangis karena bahagia atas prestasi yang kita raih atau
kabar baik dari anaknya. Karena membahagiakan seorang ibu tak perlu dengan materi
atau mengajaknya ke tempat yang mewah, cukup dengan selalu berada di sampingnya
dan menyayanginya itu sudah bisa membuat ibu kita tersenyum bahagia.
Pada hari ini saya hanya mengingatkan bahwa
menyayangi ibu itu tidak hanya pada perayaan hari ibu saja, setiap saat kita
harus selalu menyayangi dan mencintainya. Banyak dari mereka yang merayakan
hari ibu hanya dengan melihat fotonya saja atau berziarah ke makam ibunya, atau
bahkan tak pernah melihat wajah ibunya sekalipun karena ibu mereka telah tiada.
Kita harus bersyukur masih memiliki ibu. Sesekali tataplah wajahnya, peluk dan
katakan bahwa “Aku mencintaimu IBU”. Berikanlah kado spesial untuknya, buat ia
bahagia karena Ibu bisa saja meninggalkan kita untuk selamanya.
Sangat beruntung bagi kalian yang masih bisa
melihat wajah ibu kalian secara langsung dan mencintainya dengan sepenuh hati,
karena itu merupakan kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan nilai apapun. Salam
hangat untuk Ibu kalian dimanapun berada.
Wassalam


Komentar
Posting Komentar